Polisi Periksa 5 Panitia Festival Musik Berdendang Bergoyang
![Polisi Periksa 5 Panitia Festival Musik Berdendang Bergoyang](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/normal/2022/10/31/penyanyi-ardhito-pramono-melantunkan-lagu-dalam-berdendang-b-wdzh.jpg)
jpnn.com - JAKARTA - Polisi memeriksa lima orang dari panitia festival musik Berdendang Bergoyang di Istora, Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Festival musik Berdendang Bergoyang itu sebelumnya dihentikan Kepolisan demi keselamatan penonton.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan kejadian ini diduga karena ketidakprofesionalan panitia dalam menyelenggarakan acara tersebut.
"Ada lima orang yang kami mintai keterangan hari ini terutama yang terlibat dalam kepanitiaan seperti bagian tiket dan lain sebagainya," kata Kombes Komarudin saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (31/10).
Komarudin mengatakan pihaknya memeriksa kembali berkas-berkas perizinan dari penyelenggara acara saat mengajukan izin keramaian ke Polres Metro Jakarta Pusat.
“Kami akan periksa kembali berkas-berkas perizinan dari penyelenggara acara," ungkapnya.
Komarudin menambahkan pemeriksaan tersebut meliputi jumlah tiket yang dicetak, korban pingsan akibat kejadian tersebut, dan jumlah kerugian penonton karena tidak bisa masuk ke panggung acara.
"Nanti akan kami sesuaikan berapa tiket yang dicetak sesuai dengan permohonan perizinan yang diajukan kepada kami," kata Komarudin.
Polisi memeriksa lima orang dari panitia festival musik Berdendang Bergoyang di Istora, Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat
- Civil Society for Police Watch Beberkan Sejumlah Alasan Dorong Reformasi Polri
- 2 Korban Kecelakaan di Tol Ciawi Teridentifikasi, Polisi Serahkan Jenazah ke Keluarga
- Polsek Minas dan Kelompok Tani Tanam Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
- Oknum Perwira Polisi Polda Riau Ditangkap terkait Penggelapan Mobil Rental, Duh
- Polisi Tangkap Pelaku Pemalakan di Simpang Macan Lindungan Palembang
- Kabur Setelah Membacok Iskandar, Mukrim Warga OI Dibekuk Polisi